Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

PEMRED

Iklan

Indeks Berita

Belawan (3) Daerah (1) GNI (1) Hukum (25) Kesehatan (1) Kriminal (1) Mabar (1) Medan (49) Nasional (47) NASIONAL (1) Redaksi (3) Sumut (1)

Tag Terpopuler

Potret Miris Pendidikan di Medan Utara: Anak-anak Tetap Upacara di Tengah Air, Janji Pembenahan Dipertanyakan

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T18:05:28Z
Potret Miris Pendidikan di Medan Utara: Anak-anak Tetap Upacara di Tengah Air, Janji Pembenahan Dipertanyakan



MEDAN BELAWAN, SUMATERA UTARA

Pemandangan miris kembali terlihat di lingkungan UPT SDN 060970, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.


Anak-anak sekolah dasar yang seharusnya menikmati lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan layak, justru terlihat harus menjalankan kegiatan sekolah di tengah genangan air yang memenuhi halaman sekolah.


Foto yang diterima redaksi memperlihatkan sejumlah murid mengenakan seragam putih-merah dan petugas upacara berjalan di tengah genangan air. Di sisi lain, puluhan siswa berdiri berbaris di teras sekolah menyaksikan jalannya kegiatan.

Pemandangan tersebut bukan sekadar persoalan air yang menggenangi halaman sekolah. Ini adalah gambaran tentang bagaimana banjir rob masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir Belawan, termasuk anak-anak yang seharusnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

Ironisnya, persoalan banjir di SDN 060970 bukanlah persoalan yang baru diketahui Pemerintah.

Pada 12 Maret 2025, Pemerintah Kota Medan sendiri melalui portal resminya melaporkan bahwa kondisi SDN 060970 masih kurang memadai. Kepala sekolah saat itu menyampaikan bahwa proses belajar mengajar sering terganggu akibat banjir rob, bahkan sejumlah ruangan seperti kelas dan kamar mandi dapat ikut tergenang. Wakil Wali Kota Medan ketika itu menyatakan sekolah akan dibenahi secara bertahap.

*Pertanyaannya sekarang: sudah sejauh mana janji pembenahan tersebut benar-benar diwujudkan?*

*Jokowi Pernah Datang, Tetapi Rob Belum Pergi*

Pada 7 Juli 2022, Presiden Joko Widodo memang berkunjung ke kawasan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Agenda resmi yang diberitakan saat itu berkaitan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, penyerahan bantuan serta program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mencatat bahwa Jokowi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada warga Bagan Deli.

*Kunjungan tersebut membawa harapan besar bagi masyarakat.*

Namun empat tahun kemudian, pertanyaan yang patut diajukan bukan lagi mengenai siapa yang pernah datang ke Bagan Deli.

*Pertanyaannya adalah: apa yang benar-benar berubah?*

Jika anak-anak masih harus melaksanakan kegiatan sekolah di tengah genangan, jika banjir rob masih mengganggu proses pendidikan, dan jika fasilitas sekolah masih membutuhkan pembenahan, maka masyarakat berhak meminta penjelasan yang konkret mengenai keberlanjutan program pembangunan di kawasan tersebut.

*Kunjungan seorang pejabat tinggi negara seharusnya bukan sekadar meninggalkan dokumentasi, spanduk, dan pemberitaan.*

*Kunjungan negara harus meninggalkan perubahan yang bisa dirasakan masyarakat.*

*Kontras Tajam di Kawasan yang Menjadi Nadi Ekonomi*

Bagan Deli dan kawasan Medan Utara berada di lingkungan yang strategis bagi aktivitas ekonomi dan logistik Kota Medan.

Di kawasan Belawan terdapat aktivitas pelabuhan, distribusi energi, pergudangan, depo, logistik, serta berbagai kegiatan perusahaan besar yang menopang pergerakan ekonomi Sumatera Utara.

Namun di tengah aktivitas ekonomi yang begitu besar tersebut, masih ada anak-anak sekolah dasar yang harus berhadapan dengan persoalan banjir rob.

Kontras tersebut menjadi pertanyaan besar untuk Pemerintah:

Bagaimana mungkin kawasan yang menjadi salah satu pintu gerbang ekonomi Sumatera Utara masih memiliki fasilitas pendidikan yang harus berhadapan dengan persoalan genangan air?

Masyarakat tentu tidak meminta kemewahan.

Mereka hanya meminta sekolah yang aman, sehat, tidak tergenang, dan layak bagi anak-anak mereka untuk belajar.

*Anak-anak yang terlihat dalam foto tersebut tidak memiliki pilihan untuk menentukan kebijakan pembangunan.*

*Mereka tidak menentukan anggaran pemerintah.*

*Mereka tidak menentukan prioritas pembangunan.*

*Mereka juga tidak menentukan siapa yang menjadi presiden, gubernur, wali kota, maupun anggota DPRD.*

*Tetapi merekalah yang merasakan akibat ketika pembangunan tidak menyelesaikan persoalan dasar.*

*Mereka tetap datang ke sekolah.*

*Mereka tetap belajar.*

*Mereka tetap mengikuti upacara.*

Bahkan ketika halaman sekolah berubah menjadi genangan air.

*Bukankah anak-anak di Bagan Deli juga berhak mendapatkan sekolah yang layak seperti anak-anak di kawasan lainnya?*

*Janji Pembangunan Harus Bisa Diukur*

*Pemerintah Kota Medan sendiri pernah menyatakan bahwa SDN 060970 akan dibenahi secara perlahan. Bahkan dokumen perencanaan pemerintah yang tersedia secara publik mencantumkan rencana pembangunan ruang kelas baru SDN 060970 dengan nilai sekitar Rp3,06 miliar.*

*Karena itu, publik berhak memperoleh informasi yang jelas:*

*1. Apakah anggaran tersebut sudah direalisasikan?*
*2. Apa saja pekerjaan yang sudah dilakukan di SDN 060970?*
*3. Mengapa banjir rob masih menggenangi lingkungan sekolah?*
*4. Bagaimana solusi permanen pemerintah terhadap persoalan tersebut?*
*5. Siapa pihak yang bertanggung jawab memastikan sekolah tersebut benar-benar aman bagi murid?*
*6. Kapan masyarakat dapat melihat hasil pembangunan secara nyata?*

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah bentuk permusuhan kepada pemerintah.

Ini adalah bentuk kontrol masyarakat terhadap penggunaan uang negara dan tanggung jawab pemerintah terhadap hak pendidikan anak.

*Belawan Tidak Membutuhkan Seremonial, Belawan Membutuhkan Perubahan*

*Masyarakat Belawan sudah terlalu sering melihat kedatangan pejabat, kunjungan kerja, seremoni, foto bersama dan janji pembenahan.*

*Yang dibutuhkan masyarakat bukan lagi sekadar kunjungan.*

*Yang dibutuhkan adalah:*

*jalan yang layak, drainase yang berfungsi, pengendalian banjir rob, sekolah yang aman, fasilitas kesehatan yang memadai, lingkungan yang sehat dan kehidupan yang lebih sejahtera.*

*Anak-anak SDN 060970 tidak seharusnya menjadi simbol kegagalan pembangunan.*

*Mereka seharusnya menjadi simbol keberhasilan negara dalam memenuhi hak dasar generasi penerus.*

Dan ketika seorang anak harus berjalan di dalam genangan air untuk mengikuti kegiatan sekolah, maka pertanyaan paling sederhana sekaligus paling menyakitkan adalah:

*“Di mana negara ketika anak-anak ini membutuhkan sekolah yang layak?”*

*Bagan Deli tidak kekurangan janji. Bagan Deli membutuhkan bukti.*

*Belawan tidak membutuhkan lebih banyak seremoni. Belawan membutuhkan perubahan nyata.*

(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update